Bencana di Mana-Mana: Dua Doa Penting agar Senantiasa Dilindungi dari Musibah

Indonesia kembali dirundung kesedihan akibat bencana alam yang terjadi di berbagai daerah. Peristiwa terbaru melanda sejumlah wilayah di Aceh dan Sumatera Utara, di mana banjir bandang dan tanah longsor tidak hanya merusak fasilitas umum serta rumah warga, tetapi juga menimbulkan korban jiwa.

Laporan sementara menunjukkan bahwa puluhan orang meninggal dunia, sementara ratusan lainnya harus mengungsi karena kediaman mereka hancur diterjang air dan material lumpur yang datang secara tiba-tiba.

Dalam pandangan Islam, setiap musibah merupakan ujian dan bentuk peringatan dari Allah SWT. Salah satu upaya terbaik bagi seorang Muslim dalam menghadapinya adalah dengan memperkuat ikhtiar lahiriah (usaha nyata) dan batiniah (doa serta tawakal).

Rasulullah ﷺ telah memberikan tuntunan doa-doa perlindungan dari berbagai keburukan. Bacaan-bacaan doa ini tidak hanya dianjurkan ketika bencana terjadi, tetapi justru lebih utama jika dibaca secara rutin sebagai bentuk penjagaan diri.

Berikut ini beberapa doa sahih yang sangat dianjurkan untuk dibaca dalam rangka memohon perlindungan dari musibah:

1. Doa Memohon Perlindungan dari Cobaan Berat dan Takdir yang Buruk

Doa ini merupakan permohonan agar dijauhkan dari musibah yang sangat berat, sebagaimana yang sering menimpa saudara-saudara kita di berbagai wilayah.

Bacaannya:

Allāhumma innī a‘ūżu bika min jahdil-balā’i, wa darakisy-syaqā’i, wa sū’il-qaḍā’i, wa syamātatil-a‘dā’i.

Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari kerasnya musibah, kesengsaraan yang terus menerus, takdir yang buruk, dan kegembiraan musuh atas musibah yang menimpa.
(HR. Bukhari, No. 6347 dan Muslim, No. 2707)

Makna Doa:

Empat poin perlindungan yang dipohonkan dalam doa ini meliputi:

  • Jahdil-Balā’i: musibah berat yang menguras tenaga dan pikiran, seperti kehilangan total harta, sakit parah, atau bencana besar.
  • Darakisy-Syaqā’i: penderitaan yang berkepanjangan dan sulit dihindarkan.
  • Sū’il-Qaḍā’i: ketetapan Allah yang hasilnya tidak disukai, baik dalam urusan dunia maupun agama.
  • Syamātatil-A‘dā’i: kondisi ketika musuh merasa senang atas kesulitan yang menimpa seseorang — ini merupakan puncak dari musibah.

Doa ini sangat tepat diamalkan untuk menghadapi bencana yang muncul secara tiba-tiba, seperti gempa bumi, longsor, atau kecelakaan besar.

2. Dzikir Perlindungan Harian (Pagi dan Sore)

Dzikir ini merupakan tameng yang sangat kuat untuk melindungi diri dari berbagai bahaya, penyakit, dan marabahaya, baik yang tampak maupun yang tidak terlihat.

Bacaannya:

Bismillāhilladzī lā yaḍurru ma‘asmihi syai’un fil-arḍi wa lā fis-samā’i wa huwas-samī‘ul-‘alīm.
Artinya: “Dengan menyebut nama Allah, yang dengan nama-Nya tidak ada sesuatu pun di bumi maupun di langit yang dapat mendatangkan bahaya. Dan Dia Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.”
(HR Abu Daud 5088 dan Tirmidzi 3388)

Dzikir ini dibaca tiga kali setiap pagi (setelah Subuh) dan sore (setelah Ashar atau sebelum Maghrib).

Dzikir ini menegaskan pengesaan Allah dan keyakinan bahwa tidak ada kekuatan apa pun di alam semesta yang dapat mencelakakan tanpa izin-Nya. Ini menjadi bentuk pengakuan atas penjagaan dan kekuasaan Allah yang absolut.

Waktu-Waktu Terbaik untuk Berdoa

Meskipun doa boleh dipanjatkan kapan saja, terdapat beberapa waktu yang diyakini sangat mustajab, terutama untuk meminta perlindungan dari bencana. Di antaranya:

  1. Sepertiga Malam Terakhir – waktu terbaik untuk bermunajat dan mendirikan Shalat Tahajud.
  2. Antara Azan dan Iqamah – sebagaimana sabda Rasulullah ﷺ bahwa doa pada waktu ini tidak akan ditolak.
  3. Setelah Shalat Fardhu – dianjurkan memperbanyak doa keselamatan dan perlindungan.
  4. Saat Turun Hujan – hujan adalah rahmat, dan doa pada waktu ini mudah dikabulkan; penting dipanjatkan saat hujan deras yang berpotensi menimbulkan bencana.
  5. Pagi dan Sore Hari – waktu untuk membiasakan dzikir dan doa perlindungan harian agar dilindungi sepanjang siang dan malam.

Dengan mengamalkan doa-doa tersebut secara konsisten, semoga Allah SWT selalu memberikan perlindungan, ketenangan, dan keselamatan bagi kita, keluarga, serta seluruh masyarakat dari berbagai musibah yang terjadi.

artikel oleh : Anis Nur Fadella

Leave a Reply