Kapan Puasa Tarwiyah dan Arafah Dilaksanakan? Simak Penjelasan dan Keutamaannya

Bulan Dzulhijjah adalah salah satu bulan yang kedudukannya sangat mulia dalam Islam. Di dalam bulan ini, umat Muslim di seluruh dunia merayakan Hari Raya Idul Adha dan sebagian di antaranya menunaikan ibadah haji di Tanah Suci. Namun, bagi umat Muslim yang belum berkesempatan berangkat ke Makkah, Allah SWT tetap memberikan kesempatan emas untuk meraih pahala berlimpah.

Dua amalan sunnah yang paling utama di awal bulan Dzulhijjah adalah Puasa Tarwiyah dan Arafah. Kedua puasa ini memiliki nilai spiritual yang sangat tinggi karena dilaksanakan pada hari-hari terbaik sepanjang tahun.

Lantas, kapan tepatnya Puasa Tarwiyah dan Arafah dilaksanakan? Bagaimana bacaan niatnya, serta apa saja keutamaan luar biasa yang bisa kita dapatkan? Simak ulasan lengkapnya di bawah ini agar Anda tidak melewatkan momentum berharga ini.

Jadwal Pelaksanaan Puasa Tarwiyah dan Arafah

Secara kalender Hijriah, waktu pelaksanaan kedua puasa sunnah ini sudah ditetapkan berdasarkan tanggal di bulan Dzulhijjah.

  • Puasa Tarwiyah: Dilaksanakan pada tanggal 8 Dzulhijjah.
  • Puasa Arafah: Dilaksanakan pada tanggal 9 Dzulhijjah.

Untuk menentukan jatuhnya tanggal 8 dan 9 Dzulhijjah dalam kalender Masehi, Kementerian Agama Republik Indonesia biasanya akan menggelar sidang isbat pada akhir bulan Dzulqa’dah. Sidang ini bertujuan untuk memverifikasi posisi hilal guna menentukan awal bulan Dzulhijjah secara akurat. Oleh karena itu, umat Muslim di Indonesia diimbau untuk mengikuti keputusan resmi pemerintah terkait konversi tanggal Masehi ini agar pelaksanaan ibadah dapat berjalan serentak dan khusyuk.

Mengapa Disebut Tarwiyah dan Arafah?

Memahami latar belakang penamaan hari-hari mulia ini akan menambah kekhusyukan kita saat menjalankan ibadah puasa.

1. Asal-usul Hari Tarwiyah (8 Dzulhijjah)

Kata Tarwiyah berasal dari bahasa Arab ar-rawi yang berarti “mengairi” atau “membawa air”. Pada zaman dahulu, tanggal 8 Dzulhijjah adalah hari di mana para jemaah haji mempersiapkan perbekalan air yang cukup untuk perjalanan menuju Mina dan Padang Arafah. Mereka mengisi wadah-wadah air hingga penuh agar tidak kehausan selama prosesi ibadah.

Selain itu, ada pendapat lain yang menyatakan bahwa kata Tarwiyah berasal dari kata yatarawwa yang berarti “berpikir atau merenung”. Hal ini dikaitkan dengan kisah Nabi Ibrahim AS yang bermimpi menyembelih putranya, Nabi Ismail AS, pada malam tanggal 8 Dzulhijjah, lalu beliau merenungkan apakah mimpi tersebut merupakan wahyu dari Allah SWT atau bukan.

2. Asal-usul Hari Arafah (9 Dzulhijjah)

Hari Arafah dinamakan demikian karena pada tanggal 9 Dzulhijjah, seluruh jemaah haji dari berbagai belahan dunia berkumpul di Padang Arafah untuk melaksanakan wukuf, yang merupakan rukun paling inti dari ibadah haji.

Secara harfiah, Arafah berarti “mengetahui” atau “mengenal”. Tempat ini menjadi simbol pengenalan kembali jati diri manusia di hadapan Sang Pencipta, serta tempat bertemunya kembali Nabi Adam dan Hawa setelah diturunkan ke bumi.

Bacaan Niat Puasa Tarwiyah dan Arafah

Niat merupakan syarat sah sekaligus pembeda antara ibadah biasa dengan aktivitas menahan lapar biasa. Niat puasa sunnah ini sebaiknya dilafalkan di dalam hati pada malam hari sebelum terbit fajar. Namun, karena ini merupakan puasa sunnah, jika Anda lupa dan belum makan atau minum apa pun sejak subuh, Anda masih diperbolehkan berniat di pagi hari.

Berikut adalah lafal niat yang dapat Anda baca:

Niat Puasa Tarwiyah (8 Dzulhijjah)

{نَوَيْتُ صَوْمَ تَرْوِيَةَ سُنَّةً لِلّٰهِ تَعَالَى}

Nawaitu shauma tarwiyata sunnatan lillahi ta’ala.

Artinya: “Saya niat puasa sunnah Tarwiyah karena Allah Ta’ala.”

Niat Puasa Arafah (9 Dzulhijjah)

{نَوَيْتُ صَوْمَ عَرَفَةَ سُنَّةً لِلّٰهِ تَعَالَى}

Nawaitu shauma ‘arafata sunnatan lillahi ta’ala.

Artinya: “Saya niat puasa sunnah Arafah karena Allah Ta’ala.”

Keutamaan Menjalankan Puasa Tarwiyah dan Arafah

Allah SWT tidak pernah memerintahkan suatu amalan melainkan menyediakan pahala yang besar bagi hamba-Nya yang taat. Menjalankan Puasa Tarwiyah dan Arafah memiliki fadhilah (keutamaan) yang sangat sayang untuk dilewatkan:

Jenis PuasaWaktu PelaksanaanKeutamaan Utama
Puasa Tarwiyah8 DzulhijjahMenghapus dosa satu tahun yang lalu dan mendapat pahala setara ibadah satu tahun.
Puasa Arafah9 DzulhijjahMenghapus dosa dua tahun (satu tahun yang lalu dan satu tahun yang akan datang).

1. Penghapusan Dosa Dua Tahun berturut-turut

Keutamaan paling populer dari Puasa Arafah adalah kemampuannya menggugurkan dosa-dosa kecil kita. Rasulullah SAW bersabda dalam hadits yang diriwayatkan oleh Imam Muslim:

“Puasa hari Arafah, aku berharap kepada Allah agar Ia menghapuskan dosa setahun yang lalu dan setahun sesudahnya.” (HR. Muslim).

Mengingat tidak ada manusia yang bersih dari khilaf, amalan satu hari ini adalah obral ampunan yang sangat luar biasa dari Allah SWT.

2. Memperoleh Pahala di Hari-Hari Paling Dicintai Allah

Sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah adalah waktu di mana amal shalih dinilai paling tinggi, bahkan mengalahkan pahala jihad fisabilillah, kecuali bagi mujahid yang mengorbankan seluruh harta dan jiwanya. Menghidupkan hari ke-8 dan ke-9 dengan berpuasa memastikan kita berada dalam kondisi ibadah terbaik di waktu yang paling dicintai-Nya.

3. Pembebasan dari Api Neraka

Hari Arafah bukan hanya hari pengampunan dosa, tetapi juga hari di mana Allah SWT paling banyak membebaskan hamba-Nya dari siksa api neraka. Dengan turut berpuasa pada hari itu, kita menyejajarkan diri dalam barisan orang-orang yang mengetuk pintu rahmat Allah agar diselamatkan di akhirat kelak.

Menjalankan Puasa Tarwiyah dan Arafah adalah wujud rasa syukur sekaligus sarana bagi kita yang belum bisa berangkat haji untuk ikut merasakan kesucian momentum Dzulhijjah. Dengan meluangkan waktu selama dua hari untuk menahan lapar, dahaga, dan hawa nafsu, kita berpeluang membersihkan catatan amal kita dari noda-noda dosa masa lalu dan membentengi diri untuk masa depan. Mari kita persiapkan fisik dan iman kita untuk menyambut datangnya hari-hari mulia tersebut.

Sembari kita membersihkan jiwa dan mengharap ampunan melalui ibadah puasa di bulan Dzulhijjah ini, alangkah indahnya jika kita juga menyempurnakan ketaatan dengan berbagi kebahagiaan kepada sesama. Mari salurkan kepedulian Anda dengan berbagi sedekah atau menunaikan qurban terbaik melalui lembaga donasi terpercaya, guna membantu saudara-saudara kita yang membutuhkan di berbagai pelosok daerah. Kebaikan Anda hari ini adalah senyuman bagi mereka yang sedang berjuang.