Hari Jumat memiliki kedudukan istimewa dalam Islam. Ia disebut sebagai sayyidul ayyam, penghulu segala hari. Di dalamnya terdapat waktu mustajab untuk berdoa, pahala amal yang dilipatgandakan, serta kesempatan memperbanyak kebaikan. Maka tidak mengherankan jika banyak kaum muslimin menjadikan Jumat sebagai momentum berbagi, terutama kepada anak-anak yatim yang membutuhkan perhatian dan kasih sayang.
Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an agar umat Islam memperhatikan dan tidak mengabaikan anak yatim. Dalam Surah Al-Ma’un, Allah mengingatkan bahwa mendustakan agama salah satunya ditandai dengan menghardik anak yatim. Ayat ini menjadi peringatan keras bahwa kepedulian sosial bukan sekadar pilihan, melainkan bagian dari keimanan.
Rasulullah ﷺ pun menegaskan kemuliaan menyantuni anak yatim. Dalam hadis riwayat Imam Bukhari, Nabi bersabda bahwa orang yang menanggung anak yatim akan bersama beliau di surga, seraya beliau mengisyaratkan dua jari yang dirapatkan. Gambaran ini menunjukkan betapa dekatnya kedudukan para penyantun yatim dengan Rasulullah ﷺ di akhirat kelak.
Jumat: Hari Terbaik untuk Berbagi
Keistimewaan hari Jumat semakin sempurna ketika diisi dengan amal sosial. Sedekah di hari ini memiliki nilai spiritual yang mendalam karena dilakukan pada waktu yang mulia. Berbagi makanan, memberikan santunan, atau sekadar menghadirkan kebahagiaan bagi anak-anak yatim menjadi amalan yang bukan hanya meringankan beban mereka, tetapi juga membersihkan hati pemberinya.
Jumat berkah bukan sekadar tradisi, melainkan bentuk nyata dari ukhuwah Islamiyah. Ketika seorang muslim membantu saudaranya yang membutuhkan, ia sedang meneguhkan ikatan persaudaraan yang dibangun atas dasar iman. Anak yatim yang mungkin kehilangan figur ayah, tetap merasakan hangatnya kasih sayang dari saudara-saudara seiman.
Menguatkan Ukhuwah Melalui Kepedulian
Ukhuwah tidak hanya tumbuh dari pertemuan dan sapaan, tetapi juga dari kepedulian yang diwujudkan dalam tindakan. Saat kita berbagi di hari Jumat, kita sedang membangun jembatan hati antara yang memberi dan yang menerima. Anak-anak yatim merasa dihargai, diperhatikan, dan tidak sendirian menghadapi kehidupan.
Lebih dari itu, kebersamaan dalam program Jumat berkah sering kali menghadirkan suasana haru dan bahagia. Doa-doa tulus yang terucap dari bibir anak-anak yatim menjadi energi spiritual yang menguatkan. Tidak sedikit orang merasakan ketenangan batin dan kelapangan rezeki setelah rutin berbagi di hari Jumat. Hal ini selaras dengan janji Allah bahwa setiap kebaikan yang diberikan tidak akan pernah sia-sia.
Dari Sedekah Menjadi Gerakan Kebaikan
Jumat berkah bersama anak yatim seharusnya tidak berhenti pada satu kali kegiatan. Ia dapat menjadi gerakan rutin yang melibatkan keluarga, komunitas, hingga lembaga sosial. Ketika kepedulian dilakukan bersama-sama, dampaknya akan semakin luas. Anak-anak yatim memperoleh dukungan pendidikan, kebutuhan harian, serta pembinaan karakter yang berkelanjutan.
Momentum Jumat juga menjadi pengingat bahwa harta hanyalah titipan. Sebagian dari rezeki yang kita miliki terdapat hak orang lain di dalamnya. Dengan berbagi, kita sedang menunaikan amanah tersebut sekaligus membersihkan harta agar lebih berkah.
Menjadi Bagian dari Kebaikan
Menguatkan ukhuwah tidak memerlukan langkah besar yang rumit. Ia bisa dimulai dari sedekah sederhana, dari sebungkus nasi, dari dukungan pendidikan, atau dari wakaf Al-Qur’an. Yang terpenting adalah keikhlasan dan konsistensi.
Jumat berkah bersama anak yatim adalah kesempatan emas untuk memperbaiki hubungan kita dengan Allah dan sesama manusia. Di hari yang penuh kemuliaan ini, mari jadikan setiap langkah berbagi sebagai bukti cinta kepada Rasulullah ﷺ dan wujud nyata keimanan kita.
Semoga setiap kebaikan yang ditanam pada hari Jumat menjadi cahaya yang menerangi kehidupan dunia dan akhirat, serta menjadi sebab terkabulnya doa-doa yang kita panjatkan. Aamiin
Di tengah semangat berbagi itulah, Panti Asuhan Cahaya Hati hadir sebagai wadah kepedulian dan pembinaan bagi anak-anak yatim dan dhuafa. Melalui program Jumat Berkah, panti asuhan ini berupaya menghadirkan kebahagiaan sederhana namun bermakna—mulai dari santunan, berbagi makanan, hingga pembinaan keagamaan dan pendidikan.
Kegiatan Jumat berkah di panti bukan hanya tentang memberi materi, tetapi juga tentang membangun kedekatan emosional. Para donatur, relawan, dan anak-anak asuh duduk bersama, berbagi cerita, dan menumbuhkan rasa kekeluargaan. Inilah wujud nyata ukhuwah yang hidup persaudaraan yang tidak dibatasi oleh hubungan darah, tetapi dipersatukan oleh iman.