Bulan Zulhijah merupakan salah satu momentum emas dalam kalender Islam yang penuh dengan limpahan rahmat dan ampunan. Di antara sepuluh hari pertama yang sangat diagungkan tersebut, terdapat dua hari yang memiliki kedudukan luar biasa, yaitu hari Tarwiyah pada tanggal 8 Zulhijah dan hari Arafah pada tanggal 9 Zulhijah.
Bagi umat Muslim yang belum berkesempatan menunaikan ibadah haji ke Tanah Suci, kedua hari ini menjadi ladang berburu pahala yang sangat disayangkan jika dilewatkan begitu saja. Mayoritas dari kita tentu sudah sangat akrab dengan anjuran berpuasa pada kedua hari tersebut. Namun, tahukah Anda bahwa pintu-pintu kebaikan pada hari Tarwiyah dan Arafah tidak hanya terbatas pada menahan lapar dan haus?
Rasulullah SAW bersabda, “Tidak ada hari-hari yang amalan saleh di dalamnya lebih dicintai oleh Allah daripada hari-hari ini (maksudnya sepuluh hari pertama Zulhijah).” (HR. Bukhari). Guna menyempurnakan hari-hari sakral tersebut, berikut adalah deretan amalan Tarwiyah dan Arafah mulia lainnya yang dapat Anda maksimalkan untuk merengkuh rida Allah SWT.
1. Menghidupkan Lisan dengan Zikir: Takbir, Tahmid, Tahlil, dan Tasbih
Amalan utama yang sangat ditekankan sepanjang sepuluh hari pertama Zulhijah, khususnya pada hari Tarwiyah dan Arafah, adalah memperbanyak zikir. Ketika fisik sedang menahan lapar karena berpuasa, lisan kita harus tetap basah dan hidup dengan kalimat-kalimat tayibah.
Zikir pada hari-hari ini terbagi menjadi dua jenis, yaitu takbir muthlaq (yang dibaca kapan saja dan di mana saja tanpa terikat waktu salat) dan takbir muqayyad (yang dibaca setiap selesai salat fardu). Mengumandangkan takbir (Allahu Akbar), tahmid (Alhamdulillah), tahlil (La ilaha illallah), dan tasbih (Subhanallah) merupakan bentuk pengagungan yang nyata atas kebesaran Allah SWT. Anda bisa melantunkannya saat sedang bekerja, di sela-sela istirahat, atau saat dalam perjalanan menuju tempat aktivitas.
2. Memperbanyak Doa, Terutama pada Hari Arafah
Hari Arafah adalah hari di mana Allah SWT membanggakan hamba-Nya yang sedang berkumpul di Padang Arafah kepada para malaikat, dan hari di mana doa-doa dikabulkan dengan cepat. Rasulullah SAW secara tegas bersabda:
“Sebaik-baik doa adalah doa pada hari Arafah.” (HR. Tirmidzi).
Oleh karena itu, gunakan kesempatan emas pada tanggal 9 Zulhijah ini untuk memanjatkan doa-doa terbaik. Susunlah daftar permohonan Anda, mulai dari ampunan dosa, keselamatan dunia akhirat, keberkahan keluarga, hingga kelancaran urusan pekerjaan. Waktu paling mustajab untuk berdoa pada hari Arafah adalah pada waktu setelah Asar hingga menjelang terbenamnya matahari (waktu Magrib). Manfaatkan momen krusial ini dengan bersimpuh khusyuk dan penuh harap.
3. Bersedekah dan Berbagi kepada Sesama
Bulan Zulhijah secara esensial adalah bulan kepedulian sosial dan kemanusiaan. Karakteristik utama dari bulan ini adalah pengorbanan dan berbagi yang disimbolkan melalui ibadah kurban. Untuk menyambut momentum tersebut, memperbanyak sedekah pada hari Tarwiyah dan Arafah adalah langkah nyata untuk menyucikan harta dan meningkatkan kepekaan sosial kita.
Sedekah tidak selalu harus dalam jumlah yang besar. Anda bisa menyisihkan sebagian rezeki untuk memberi makan orang yang berpuasa, menyantuni anak yatim, atau membantu operasional lembaga-lembaga sosial yang bergerak di bidang pemberdayaan masyarakat. Sedekah yang dilakukan pada waktu utama seperti ini tentu memiliki bobot pahala yang jauh lebih besar di sisi Allah SWT.
4. Menjaga Seluruh Anggota Badan dari Perbuatan Maksiat
Berpuasa bukan sekadar memindahkan jam makan, melainkan juga melatih diri untuk menahan ego dan hawa nafsu. Agar amalan Tarwiyah dan Arafah kita tidak ternodai, kita wajib menjaga seluruh anggota badan dari hal-hal yang dilarang.
Jagalah mata dari tontonan yang tidak bermanfaat, jagalah telinga dari mendengarkan ghibah (membicarakan keburukan orang lain), dan yang paling menantang di era digital ini: jagalah jemari kita dari menulis komentar negatif atau menyebarkan berita bohong di media sosial. Mengontrol diri dari perbuatan sia-sia akan menjaga kesucian pahala ibadah yang sedang kita bangun sepanjang dua hari tersebut.
5. Menghidupkan Malam dengan Qiyamul Lail (Salat Sunah)
Kebaikan hari Tarwiyah dan Arafah tidak hanya berlangsung dari terbit fajar hingga terbenam matahari, melainkan juga meliputi malam-malamnya. Di sepertiga malam terakhir, sempatkan diri Anda untuk bangun dan mendirikan salat sunah, seperti salat Tahajud, salat Taubat, dan salat Witir.
Suasana malam yang tenang akan memberikan kekhusyukan ekstra bagi Anda untuk bermunajat, beristigfar memohon ampunan atas dosa masa lalu, serta membaca beberapa lembar ayat suci Al-Qur’an. Memulai pagi hari Tarwiyah atau Arafah setelah diawali dengan ibadah malam akan memberikan energi spiritual yang luar biasa bagi jiwa Anda.
6. Mengkaji dan Mentadaburi Al-Qur’an
Mengisi waktu luang saat berpuasa dengan membaca Al-Qur’an adalah pilihan amalan yang sangat bijaksana. Alih-alih menghabiskan waktu untuk scrolling media sosial tanpa arah, targetkanlah untuk menyelesaikan beberapa halaman atau beberapa juz Al-Qur’an selama hari Tarwiyah dan Arafah. Lebih dari sekadar membaca, cobalah untuk merenungi (tadabur) makna ayat-ayat yang berkaitan dengan sejarah Nabi Ibrahim as., Nabi Ismail as., dan esensi kepatuhan mutlak kepada perintah Allah SWT yang melandasi syariat kurban.
Hari Tarwiyah dan Arafah adalah anugerah tahunan yang sangat mahal harganya. Memaksimalkannya dengan kombinasi antara puasa sunah dan deretan amalan mulia di atas akan membuat timbangan kebaikan kita semakin berat. Mari kita manfaatkan waktu dua hari ini dengan sebaik-baiknya, mengubah setiap detik menjadi aliran pahala, serta membersihkan hati demi menyambut Hari Raya Iduladha dengan jiwa yang kembali fitrah.
Sembari kita memperbanyak amalan Tarwiyah dan Arafah untuk diri sendiri, mari kita sempurnakan ibadah ini dengan memperluas kebermanfaatan bagi sesama. Anda dapat menyalurkan kepedulian sosial terbaik melalui donasi kemanusiaan dan program kesejahteraan umat di Yayasan Cahaya Hati, guna membantu menghadirkan kebahagiaan bagi anak-anak yatim dan kaum dhuafa yang membutuhkan uluran tangan kita di bulan yang suci ini.